Tuesday, December 8, 2020

Isu Pembangunan Kesehatan Pada Bidang Kesehatan Gigi dan Mulut

                                                 Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut

Dalam Mendukung Pembangunan Kesehatan di Indonesia

A.    Pembangunan Kesehatan

·         Arahan Kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) pada bidang kesehatan  2020 – 2024 :

Meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Healt Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan prefentif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi

·         Strategi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) pada bidang kesehatan  2020 – 2024, diantaranya :

1. Peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan Kesehatan Reproduksi

2. Percepatan perbaikan gizi masyarakat

3. peningkatan pengendalian penyakit

4. Pembudayaan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS)

5. Penguatan sistem Kesehatan Pengawasan Obat

·      Tujuan Strategis Kemenkes (2020-2024)

1. Peningkatan cakupan kesehatan semesta yang bermutu

2. Peningkatan Pembudayaan masyarakat  hidup sehat melalui pemberdayaan masyarakat dan pengarus utamaan kesehatan

3. Peningkatan status kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup

4. Peningkatan Pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat

5. Peningkatan Sumber daya kesehatan

6. Peningkatan tata kelola pemerintah yang baik

B.     Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Dalam Mendukung Pembangunan Kesehatan

1.      Peningkatan Program Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu dan Anak

Program ini dapat dilakukan pada kegiatan yang paling dekat dengan masyarakat yaitu Posyandu. Dapat di lakukan UKGM untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut dengan kegiatan :

·         Pemeriksaan gigi bagi balita yang bertujuan agar gigi susu yang sudah tumbuh tidak terserang karies (gigi berlubang) sehingga tidak mengganggu pola makan dan zat gizi yang masuk bersama makanan dapat terserap dengan baik.

·         Penyuluhan dan pemberian informasi kepada ibu dapat dilakukan dalam kegiatan Posyandu rutin yang ada di masyarakat.

·         Memperbaiki kesehatan ibu hamil : kesehatan mulut ibu hamil buruk berefek terhadap kelahiran dan berat badan bayi, selain kesehatan gigi dan mulut bayi nantinya.

2.      Peningkatan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular melalui Gigi dan Mulut

·         Memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid 19.

·         Memberantas HIV/AIDS, malaria, covid 19 dan penyakit lainnya. Terdapat hubungan antara HIV/AIDS dengan kesehatan gigi dan mulut, dan permasalahan yang ditemukan dalam rongga mulut dapat menjadi indikator dini terjadinya infeksi.

·         Meyakinkan keberlangsungan lingkungan hidup : penanganan kesehatan gigi dan mulut melibatkan penggunaan teknologi yang sesuai, kontrol infeksi yang efektif, serta pembuangan limbah medis yang aman.

·         Gigi berlubang merupakan salah satu dari penyakit yang tidak menular, namun dapat berkembang apabila tidak dikendalikan sehingga dapat mengganggu seseorang yang menderitanya, oleh karena itu dengan memperhatikan keadaan kesehatan gigi dan mulut dapat mengendalikan penyakit tidak menular. Gigi berlubang dapat dikendalikan dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan minimal 6 bulan sekali.

     Berdasarkan permsalahan penyakit menular yang sedang terjadi pada tahun ini hingga menjadi suatu pandemi yaitu covid 19 maka sebagai terapis gigi dan mulut harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan gigi di masa pndemi. Penularan virus covid 19 melalui droplet yang tentunya berhubungan dengan mulut. Maka dari itu perlu perhatian khusus bagi masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan menjaga kesehatan gigi. Terdapat prosedur khusus yang perlu di sosialisakan ke masyarakat ketika mengalami permasalahan gigi dan perlu ke fasilitasn kesehatan.Hanya yang keadaan darurat yang boleh ke fasilitas gigi, seperti kasus Rasa nyeri yang tak tertahankan pada gigi atau luka di mulut yang berpotensi mengganggu makan/ minum; Gusi bengkak yang berpotensi mengganggu jalan napas; Perdarahan yang tidak terkontrol;Trauma atau cedera pada gigi dan tulang wajah yang berpotensi mengganggu jalan napas.

Guna memberikan pemahaman masyarakata terhadapt kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi dilakukan penyuluhan yang dilakukan dengan metode dari rumah ke rumah, dan menggunakan protokol kesehatan.






 

 

 


No comments:

Post a Comment